Model Pembelajaran

Pengertian Pendekatan Saintifik & Pembelajaran 5M

Pengertian Pendekatan Saintifik & Kegiatan Pembelajaran 5M – Salah satu tujuan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik adalah agar siswa berinisiatif (mengidentifikasi masalah), mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis (sebagai pandangan jawaban sementara sebelum analisis), menganalisis data, menarik kesimpulan, dan bertukar konsep, hukum, atau prinsip penemuan.

Pendekatan pembelajaran saintifik menjadi salah satu faktor penting yang harus guru lakukan jika saat menerapkan kurikulum 2013 saat mengajar . Cara ini sebenarnya bukan hal baru, melainkan hal yang “prioritas” bagi guru.

Dalam implementasi kurikulum 2013, guru “diwajibkan” melakukan kegiatan pendekatan saintifik, sehingga dapat dikatakan, jika guru tidak melaksanakan kegiatan metode ilmiah, berarti guru “belum melaksanakan” kurikulum 2013.

Ayo kita pahami lebih jelasnya …

Pengertian Pendekatan Saintifik adalah

Pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah adalah prosedur, metode, dan teknik untuk memperoleh pengetahuan dan membuktikan keaslian hipotesis yang telah ditentukan.

Dalam penerapan pembelajaran melalui pendekatan saintifik 5M melibatkan aktivitas siswa yang aktif. Meskipun siswa bertambah dewasa atau naik tingkat kelasnya, mereka masih tetap perlu dan membutuhkan bantuan seorang guru.

rpp_inspiratif_sd_diskon

Pendekatan saintifik 5 M punya sebutan lain yaitu pendekatan ilmiah. Yang mana dalam proses pendekatan yang guru lakukan dalam pembelajaran dapat mengamanatkan sifat metode ilmiah. Sehingga bisa menjembatani perkembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan siswa.

Menurut M. Hosnan, 2014: 34 : Pendekatan Saintifik adalah proses pembelajaran yang bertujuan agar siswa secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip melalui pengamatan, mengajukan pertanyaan, mengajukan/membuat hipotesis, menggunakan berbagai teknik untuk mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan.

Sedangkan menurut Majid, 2014: 194 : Proses pembelajaran menggunakan metode saintifik 5 M bersifat terarah sehingga siswa dapat merumuskan pertanyaan (dengan banyak mengajukan pertanyaan) daripada hanya menjawab pertanyaan untuk memecahkan masalah. Menghadapkan proses pembelajaran bertujuan untuk melatih berpikir analitis (mengajarkan siswa bagaimana membuat keputusan) daripada berpikir mekanis (biasanya hanya melalui mendengarkan dan memori).

Oleh karena itu, dapat gurusekali.com simpulkan bahwa dalam pembelajaran, dasar pendekatan saintifik adalah pada penggunaan prinsip-prinsip ilmiah, menekankan pentingnya kerjasama siswa dalam kegiatan pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, pengolahan data atau informasi, dan komunikasi. Dalam proses belajar, siswa tidak hanya harus menerima informasi dari guru, tetapi juga menjawab pertanyaan dari guru, mereka harus mampu menemukan apa yang telah mereka pelajari melalui berbagai sumber.

Tujuan Pembelajaran Pendekatan Saintifik

Setiap metode pasti mempunyai keunggulan, begitu juga dengan pendekatan saintifik. Beberapa tujuan yang diperoleh dengan menggunakan metode saintifik adalah:

  1. Meningkatkan kecerdasan khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
  2. Secara sistematis dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dalam diri siswa.
  3. Ciptakan kondisi belajar yang membuat siswa merasa bahwa belajar itu perlu.
  4. Memperoleh hasil belajar yang tinggi.
  5. Melatih siswa untuk bertukar pikiran, khususnya menulis artikel ilmiah.
  6. Menumbuhkan karakter siswa.

Langkah-Langkah 5M

Langkah-langkah melaksanakan proses pembelajaran pendekatan saintifik 5 M adalah untuk semua jenjang program dalam kurikulum dalam menggunakan metode ilmiah meliputi kegiatan: menggali informasi observasi, mengajukan pertanyaan, bereksperimen, kemudian mengolah data dan informasi, menyajikan data atau informasi. Selain itu juga diikuti dengan analisis, penalaran, ringkasan dan menciptakan (Tingkat tertinggi setelah 5M).

Namun, proses pembelajaran tetap harus memperhatikan penerapan nilai atau karakteristik ilmiah dan menghindari hal-hal yang tidak ilmiah. Menurut Permendikbud No. 103 Tahun 2014, deskripsi proses pembelajaran saintifik dan kegiatannya dengan 5 M dapat kamu lihat dalam tabel berikut ini:

FASEKEGIATANDESKRIPSI
Fase 1Mengamati (observing)Penggunaan indra saat mengobservasi (membaca, melihat, menonton, mendengar, menyimak, dan lainnya) menggunakan alat atau tidak.
Fase 2Menanya (questioning)Membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi.
Fase 3Menalar (associating)Mengolah informasi secara saintifik, mengkategorikan hasil analisis data, menemukan pola hasil mengasosiasi atau menghubungkan suatu fenomena/informasi yang terkait, dan menyimpulkannya.
Fase 4Mencoba (experimenting)Mengeksplorasi, mencoba, berdiskusi, mendemonstrasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber belajar lain, mengumpulkan data dari berbagai narasumber menggunakan angket, wawancara, dan memodifikasi/ menambahi/ mengembangkan.
Fase 5Mengkomunikasikan (communicating)Menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik, menyusun laporan tertulis dan menyajikan laporan melalui proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.

Mengamati

Dengan mengobservasi siswa dapat belajar untuk menemukan makna pembelajaran. Adapun kelebihan yang siswa dapat dengan mengamati, seperti menyajikan objek media yang nyata, membuat siswa merasa senang dan menantang, serta mudah untuk melaksanakannya.

Tentunya kegiatan mengamati dalam pembelajaran biasanya perlu persiapan yang lama dan matang, biaya dan tenaga yang relatif besar, jika tidak mengaturnya, maka makna dan tujuan pembelajaran akan kabur.

Menanya

Guru yang efektif dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan dan mengembangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Ketika guru membuat permintaan, dia membimbing atau membimbing siswa untuk belajar keras pada saat yang sama.

Saat siswa menjawab beberapa pertanyaan, guru juga mendorongnya untuk menjadi pendengar dan pembelajar yang baik, sehingga menjadi pribadi yang dewasa.

Menalar

Langkah ketiga metode ilmiah adalah asosiasi (menalar/mengolah informasi). Penalaran merupakan salah satu istilah dalam kerangka proses pembelajaran. Pendekatan saintifik kurikulum gunakan untuk menggambarkan guru dan siswa sebagai peserta aktif. Yang ditekankan tentu saja dalam banyak hal dan situasi, siswa harus lebih aktif daripada guru.

Penalaran adalah proses berpikir logis dan sistematis dari fakta-fakta empiris yang dapat siswa amati, dan membuat kesimpulannya dalam bentuk pengetahuan mereka. Penalaran harus penalaran ilmiah, meskipun penalaran non-ilmiah tidak selalu sia-sia

Mencoba

Langkah keempat adalah eksperimen (mencoba). Kegiatan pembelajaran adalah melakukan eksperimen, membaca sumber selain buku teks, mengamati benda/peristiwa/kegiatan, dan mewawancarai nara sumber. Eksperimen dapat didefinisikan sebagai kegiatan yang direncanakan secara rinci

Mengkomunikasikan

Dalam metode ilmiah, guru harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertukar apa yang telah mereka pelajari. Kegiatan ini dapat merekan terapkan dengan menulis atau menceritakan konten yang telah mereka tentukan dalam kegiatan mencari informasi, asosiasi, dan pola.

Hasilnya akan siswa tampilan di depan kelas, kemudian akan guru evaluasi sebagai hasil belajar bagi siswa atau kelompok siswa. Sehingga mereka dapat menumbuh kembangkan sikap teliti, jujur, toleransi, mampu berpikir sistematis, mengekpresikan pendapatnya dengan singkat, jelas, dan padat, serta mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Prinsip Pendekaan Saintifik

Secara umum, prinsip pembelajaran pendekatan saintifik adalah berikut ini:

  1. Kegiatan belajar yang berpusat pada siswa
  2. Belajar membentuk konsep diri siswa
  3. Proses pendekatan ilmiah terhindari dari kata-kata kasar atau verbalisme
  4. Siswa dapat menyerap dan beradaptasi dengan konsep, hukum, dan prinsip dari pembelajaran
  5. Rancangan kegiatan dapat mendorong dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa
  6. Meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi guru mengajar
  7. Melatih keterampilan dalam berkomunikasi dengan baik
  8. Siswa memverifikasi setiap konsep, hukum, dan prinsip pembelajaran, sehingga dapat memperbaharui kemampuan kognitifnya.
rpp_inspiratif_sd_diskon

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *