DEFENISI

Blended Learning Artinya: Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan

Pembelajaran Campursari (blended learning/hybrid course or “mixed learning”) mengacu kepada suatu model pembelajaran yang mencampur unsur-unsur belajar yang berbeda. Unsur- unsur belajar tersebut bisa mencakup lingkungan, strategi, metode atau unsur belajar lainnya.

Pengertian Blended Learning

Defenisi Blended Learning bisa memiliki arti spesifik tergantung pada konteks penggunaannya, misalnya mencampur antara pembelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh. Atau nama lainnya pembelajaran campursari.

Blended Learning juga bisa mengombinasikan antara pembelajaran secara tepat waktu dan pembelajaran tertunda (mixing synchronous and asynchronous instruction). Pada dasarnya tidak ada batasan tentang unsur apa saja yang kamu kombinasikan dalam model Blended Learning.

Berbagai model pembelajaran yang mengombinasikan dua hal yang berbeda sudah bisa termasuk kedalam pembelajaran campursari. Tidak ada konsensus terkait apa yang harus kamu campurkan. Misalnya termasuk media yang berbeda, pendekatan pedagogi yang bervariasi, ataukah mencampur teori dan prinsip belajar tertentu dengan cara-cara praktis.

Pokoknya mencampur dua atau lebih sesuatu unsur belajar sudah termasuk pembelajaran campursari. Dalam bahasa kerennya “two or more different kinds of things that can then be mixed“. Model pembelajaran Blended Learning dapat mengombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dan model seperti ini sedang menjadi trend di seluruh dunia.

Blended Learning memanfaatkan teknologi komputer, internet, ponsel (smartphones), saluran televisi satelit, video konferensi, dan media elektronik lainnya sedang berkembang saat ini. Melalui pembelajaran campursari siswa dan guru bisa berkolaborasi meningkatkan kualitas pembelajaran.

rpp_inspiratif_sd_diskon

Jadi tujuan menggunakan Model Pembelajaran Blended Learning adalah memberikan kesempatan yang sesuai dengan realita dan pertimbangan praktis yang ada. Agar siswa dan guru dapat mengembangkan cara belajar yang independen, berguna, berkesinambungan dan terus berkembang.

Blended Learning dalam Pembelajaran

Hal-hal apa saja yang harus kamu perhatikan terkait dengan pembelajaran campursari?. Pembelajaran campursari bisa berlangsung dengan baik apabila mempunyai dukung oleh ketersediaan infrastruktur, sumber belajar, lokasi siswa, kesiapan guru dan kesiapan siswa. Serta kompetensi apa yang akan kamu pelajari.

Misalnya pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan model pembelajaran Blended Learning bisa terlaksana apabila tersedia infrastruktur (seperti komputer dan ponsel), tersedia sumber belajar (seperti CD atau kaset), lokasi siswa terjangkau oleh akses telepon dan internet. Gurunya siap dan siswa juga sudah melek digital, serta sudah dipilih kompetensi yang akan diajarkan secara campursari.

Sehingga pembelajaran Bahasa Inggris campursari tersebut misalnya melakukan dengan cara sebagai berikut; semua pemberian contoh, penjelasan, kesimpulan dan aktivitas mendengarkan, ekspresi ucapan, dan sejenisnya (listening comprehension, oral expression) dilakukan di dalam kelas.

Sedangkan kegiatan yang berbasis pada aktivitas membaca dan menulis (reading comprehension, essays writing) melakukannya secara online. (Baca Juga: Perencanaan Pembelajaran Kelas dengan Memanfaatkan TIK)

Jika karena berbagai alasan kegiatan online tersebut tidak dapat dilakukan. Misalnya karena tidak tersedia akses internet. Maka pembelajaran campursari tetap dapat terlaksana dengan melakukan kegiatan secara offline dengan memanfaatkan software pemebelajaran yang sengaja kamu rancang untuk itu.

Software pembelajaran adalah salah satu unsur yang seringkali berguna dalam pembelajaran campursari. Berikut ini persyaratan yang sebaiknya kamu perhatikan jika kita memanfaatkan sotware pembelajaran. Agar efektif software pembelajaran harus memenuhi empat karakteristik yaitu; presentability, accountability, customizability, and extensibility, (PACE) .

Jenis Model Pembelajaran Blended Learning

Ada tiga jenis bentuk utama dari model pembelajaran campursari (blended learning), yaitu:

  • The inverted/flipped classroom, Saat peserta didik mempelajari materi terlebih dahulu dan kemudian guru melakukan konfirmasi/klarifikasi terkait pemahaman yang sudah siswa miliki.
  • The lab based model, Sekelompok peserta didik melakukan rotasi (bertukar tempat) antara laboratorium sekolah dan ruang kelas melakukan interaksi dengan guru terkait materi yang sedang mereka pelajari.
  • In class’ campuran, Setiap peserta didik mengikuti jadwal pembelajaran daring (online) dan tatap muka di kelas.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

Apa alasan kita memilih menggunakan pembelajaran Blended Learning?

Kita memilih pembelajaran campursari karena model pembelajaran ini memiliki beberapa kelebihan. Pertama, pembelajaran campursari menyediakan berbagai macam pilihan yang dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas interaksi dalam proses pembelajaran.

Kedua, pembelajaran campursari juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bisa belajar mandiri dan belajar bersama- sama. Selain itu, ketiga, siswa dapat berinteraksi kapan saja, di mana saja dengan memanfaatkan komputer dan teknologi jaringan.

Keempat, pembelajaran campursari memberikan komposisi campuran yang bagus antara interaksi dan teknologi, yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat informasi. Kelebihan yang kelima. Pembelajaran Blended Learning memberikan pilihan yang strategi belajar yang sangat cocok dengan sistem pembelajaran jarak jauh (distance learning). Sehingga mudah diakses.

Keenam, pembelajaran ini juga bisa menghemat biaya pendidikan baik bagi lembaga pendidikan atau bagi siswanya. Ketujuh, pembelajaran ini menawarkan jadwal dan waktu yang fleksibel.

Kekurangan:

Selain itu tentu saja model pembelajaran Blended Learning ini juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  • Memerlukan infrastruktur seperti komputer dan akses internet,
  • Memerlukan keterampilan menggunakan teknologi bagi guru dan siswa. Siswanya harus memiliki berbagai keterampilan belajar seperti terampil belajar mandiri, belajar bersama secara kelompok dalam dunia nyata maupun dunia maya.

Apakah instansi Anda sudah menerapkan model pembelajaran campur sari (blended learning)? Model pembelajaran apa yang kamu gunakan: flipped, lab based, atau in class?

rpp_inspiratif_sd_diskon

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *