10 Contoh Adaptasi Tumbuhan Terhadap Lingkungan
IPA

10 Contoh Adaptasi Tumbuhan Terhadap Lingkungan

Adaptasi adalah tindakan yang makhluk hidup dapat lakukan untuk bisa terus hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Postingan ini akan menjelaskan beberapa contoh adaptasi tumbuhan yang sering terjadi sekitar kita.

Seperti halnya makhluk hidup lain, tumbuhan juga memiliki sifat unik yang berguna melindungi diri dari mangsa.

Bukan hanya terjadi pada hewan loh, tumbuhan juga bisa melakukan adaptasi. Karena mereka memiliki keunikan sendiri, sehingga bisa bertahan hidup.

Jadi ada hubungan antara keunikan tumbuhan tersebut dan bagaimana menyesuaikan diri?. Tumbuhan tentu memiliki ciri-ciri khusus yang membedakan satu sama lain. Maksud dari ciri-ciri khusus tersebut adalah suatu jenis keunikan yang tumbuhan miliki.

Pada musim kemarau panjang misalnya, rerumputan akan mati. Namun, saat musim hujan tiba, rumput akan tumbuh dengan sendirinya. Hal ini menunjukkan bahwa tumbuhan dapat beradaptasi dengan lingkungannya.

Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan hidup dengan cara beradaptasi. Berikut adalah contoh keunikan dari masing-masing tanaman yang berbeda:

1. Adaptasi Bunga Mawar

Tumbuhan ini merupakan salah satu dari tanaman hias yang paling terkenal dengan sebutan ratu bunga. Karena mempunyai kelopak bunga begitu indah dan harumnya semerbak.

Adaptasi morfologi terjadi pada tumbuhan mawar yaitu mengubah bentuk tubuh agar menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Aroma bunga mawar berguna menarik hewan seperti: kupu-kupu, lebah, kumbang. Sehingga membantu proses perkembangbiakan generatif yang menyebabkan serbuk sari dan putik saling bertemu.

Namun ironisnya dari keindahan itu, terdapat duri yang tumbuh sekitar batangnya. Duri akan menjadi senjata yang bermanfaat bagi bunga untuk beradaptasi dengan melindungi diri dari musuh.

Bunga yang tumbuhan mawar miliki tersebut menjadi godaan bagi musuh yang mendekat. Dengan menggunakan durinya, mawar melindungi diri dari serangga, hewan perusak tanaman, bahkan manusia.

Tanaman pohon salak, jeruk, dan bougenvil juga beraptasi dengan cara yang sama seperti bunga mawar.

2. Adaptasi Tumbuhan Kaktus

Kaktus adalah tumbuhan xerofit yang mampu bertahan hidup pada lingkungan panas, kering, gersang, dan sedikit air. Contohnya seperti daerah savana dan gurun pasir.

Lalu, mengapa kaktus dapat hidup di daerah tersebut?. Karena tumbuhan kaktus melakukan adaptasi secara morfologi dengan menyesuaikan bagian tubuh dan bentuk akar, daun, dan batangnya.

Terdapat 3 jenis penyesuaian diri kaktus, yaitu:

  • Daun yang tipis berbentuk jarum, bertujuan agar menghambat proses penguapan. Sehingga tumbuhan dapat mencegah kehilangan air terlalu banyak saat cuaca panas.
  • Akar yang panjang dan menyebar ke segala arah, bertujuan mencari sumber air tanah. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan air.
  • Batang yang tebal dan mengandung cairan lilin, bertujuan untuk menyimpang air yang banyak. Sehingga bisa menggunakannya sebagai cadangan air.

3. Adaptasi Kantong Semar

Tumbuhan ini tergolong kedalam familia monotypic, yang berjumlah 130 spesies, tidak termasuk hibrida alami atau buatan. Kantong semar memiliki nama lain yaitu Genus Nepenthes merupakan tumbuhan karnivora di daerah tropis.

Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 15-20 m dengan cara memanjat tumbuhan lain, meskipun beberapa spesies tidak.

Contoh adaptasi tumbuhan kantong semar, dapat terlihat dari sulur di ujung daun yang dapat dimodifikasi membentuk kantong, yang merupakan perangkap mangsa (misalnya serangga, tupai, katak muda) yang masuk ke dalam.

Secara umum, Nepenthes memiliki tiga jenis kantong, yaitu kantong atas, bawah dan roset.

Kantong atas adalah kantong tanaman dewasa, biasanya berbentuk corong atau silindris, tanpa sayap, tanpa warna yang menarik, sulurnya mundur, dapat dililitkan pada cabang-cabang tanaman lain.

Jadi kantong atas lebih cenderung untuk menangkap binatang seperti terbang nyamuk atau lalat, Jenis tas ini jarang ditemukan pada beberapa spesies

4. Adaptasi Tumbuhan Teratai

Bunga teratai merupakan tumbuhan hidrofit yang mampu beradaptasi dan hidup dalam lingkungan air. Teratai mempunyai daun teratai lebar dan tipis, dan airnya mudah menguap.

Teratai memiliki batang berongga yang memungkinkan teratai bernafas bahkan ketika akar dan batangnya berada dalam air.

5. Adaptasi Putri Malu

Tanaman putri malu atau nama latinnya Mimosa Pudica merupakan jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup secara liar dan melimpah di Indonesia. Biasanya tumbuhan ini dapat sobat lihat tumbuh sekitar semak-semak pinggir jalan.

Putri malu adalah tanaman memiliki daun, tangkai, batang, akar, dan buah. Ciri-cirinya berbiji tertutup dan mempunyai duri sekitar tangkai daun dan batangnya. Namun daunnya berganda dua dan memiliki sirip sekitar 5 sampai 26 pasang.

Sedangkan, contoh adaptasi tumbuhan putri malu terlihat langsung dari daunnya. Adaptasi yang terjadi adalah jenis adaptasi tingkah laku, karena daunnya sangat sensitif terhadap sentuhan.

Jika daun tanaman putri laku terkena sentuhan dari luar, maka daun akan menyesuaikan diri dengan cara menyusut dan mengundurkan diri. Mirip seperti menunjukkan tingkah laku seseorang yang sedang malu.

6. Adaptasi Pohon Cemara

Cemara sendiri merupakan tetumbuhan hijau abadi yang sepintas lalu dapat disangka sebagai tusam karena rantingnya yang beruas pada dahan besar kelihatan seperti jarum, dan buahnya mirip runjung kecil. Namun kenyataannya pepohonan ini bukan termasuk Gymnospermae, sehingga mempunyai bunga, baik jantan maupun betina. Bunga betinanya tampak seperti berkas rambut, kecil dan kemerah-merahan (Sumber: wikipedia.org).

Pohon cemara melakukan adaptasi morfologi karena memiliki daun berbentuk runcing. Sehingga memperlambat proses penguapan air dan bertahap hidup dalam kondisi lingkungan yang panas.

7. Adaptasi Tumbuhan Eceng Gondok

Eceng gondok adalah tumbuhan hidrofit yang hidup mengapung di atas air. Untuk dapat bertahan hidup diatas air, eceng gondok beradaptasi dengan cara morfologi. Sehingga memiliki batang yang menggembung yang diisi dengan rongga udara seperti spons.

Tumbuhan yang hidup di air, seperti teratai, eceng gondok, kangkung, dan genjer. Tumbuhan air merupakan kebalikan dari tumbuhan di daerah kering. Tanaman ini mencoba melepaskan uap air sebanyak mungkin ke udara. Rongga udara berguna agar bisa mengapung.

Daun tanaman ini lebar. Batang memiliki rongga udara untuk membantu penguapan. Sebuah sistem akar yang kuat berlabuh di dasar untuk menyeimbangkan daun.

8. Adaptasi Bunga Rafflesia

Rafflesia ini adalah tanaman yang unik karena merupakan parasit sempurna tanpa batang, daun, dan akar sejati, serta salah satu bunga tunggal terbesar di dunia.

Bahkan, kemunculan famili rafflesia sangat erat kaitannya dengan wilayah Bengkulu, karena spesies pertama yang dideskripsikan pada tahun 1821, rafflesia, adalah spesimen dari Bengkulu Selatan.

Contoh adaptasi tumbuhan bunga rafflesia merupakan adaptasi fisiologi yaitu dengan melibatkan fungsi organ tubuh dengan mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

Tujuannya untuk menarik hewan seperti lalat untuk membantu proses penyerbukan. Sehingga bunga rafflesia dapat terus tumbuh dan bereproduksi.

Saat ketika bunga raflesia muncul dan mekar, bau bangkai akan tercium dan lalat akan mulai beterbangan. Setelah 2-3 hari, bunga-bunga mekar dan bau bangkai paling kuat akan muncul.

Lalat paling banyak juga ditemukan selama periode ini. Setelah itu, bunga mulai membusuk. Dibutuhkan 5 hingga 8 hari dari berbunga hingga mati.

Bunga rafflesia merupakan tumbuhan yang langka, karena memiliki populasi yang sedikit. Untuk menjaga agar tanaman ini tidak punah maka perlu melakukan upaya konservasi fauna yang ada di indonesia.

9. Adaptasi Pohon Jati

Pohon jati cocok tumbuh di daerah dengan tanah kering, terutama tanah kapur atau tanah yang berasal dari batu gamping lapuk.

Pada musim kemarau, persediaan air tanah yang tersedia untuk akar tanaman terbatas. Untuk mengimbangi kelembaban yang masuk ke dalam batang.

Oleh karena itu, pohon jati harus mengurangi penguapan dan beradaptasi dengan musim kemarau, yang dilakukan dengan mengugurkan daunnya.

Tindakan mengugurkan daun tersebut merupakan cara pohon jadi beradaptasi di musim kemarau. Sedangkan tujuannya untuk mencegah penguapan yang berlebihan. Sehingga dapat menyebabkan tanaman mati karena kekurangan air.

Tumbuhan kedondong dan mahomi juga melakukan adaptasi fisiologi dengan cara mengugurkan daunnya pada musim kemarau.

10. Adaptasi Pohon Bambu

Bambu tergolong tanaman xerofit yang mampu bertahan hidup pada daerah kering. Cara pohon bambu menyesuaikan diri dengan lingkungan hampir sama dengan tumbuhan kaktus.

Pohon bambu biasanya tumbuh secara berkelompok, sehingga tidak mudah tumbang jika terkena angin yang kencang. Daun yang sedikit dan berbentuk runcing, sangat bermanfaat untuk mengurangi proses penguapan air.

Bambu dapat menyimpan cadangan air di akar dan batangnya yang panjang. Sedangkan contoh adaptasi tumbuhan bambu dapat telihat dari batangnya yang berbulu. Oleh karena itu bisa melindungi diri pemangsa dan ancaman dari luar.

Jadi, adaptasi bambu ini dilakukan secara morfologi. Jika terkena bulu-bulu halus dan tajam yang bambu miliki dapat menyebabkan gatal-gatal.

Akhir Kata

Tumbuhan adalah salah satu organisme dengan adaptasi yang unik. Itu karena, ada beberapa tanaman yang bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang panas dan berair.

Banyak tujuan tanaman beradaptasi, salah satunya adalah untuk mendapatkan makanan, mempertahankan kelangsungan hidup, dan berkembang biak.

Semoga postingan mengenai 10 Contoh Adaptasi Tumbuhan Terhadap Lingkungannya bermanfaat bagi sobat semua.

RPP Inspiratif SD 1 Lembar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *