DEFENISI

Belajar adalah : Pengertian, Prinsip, Tujuan, Aspek, Contoh

Belajar adalah : Pengertian, Prinsip, Tujuan, Aspek, dan Contoh – Kemampuan yang kita miliki sekarang adalah hasil dari pembelajaran kita di masa lalu, dan hasil dari proses pembelajaran yang kita lakukan hari ini akan terlihat di masa depan. Jadi mungkin atau tidak, sekarang kita sedang mempelajari hasilnya.

Belajar adalah proses yang terjadi secara keseluruhan dan berlangsung terus menerus dalam hidup Anda. Karena belajar dapat dilakukan sejak kita masih bayi yang baru lahir sampai meninggalkan dunia ini.

Pengertian Belajar

Menurut pemahaman psikologis, pembelajaran adalah proses perubahan, yaitu hasil perubahan perilaku dan interaksi dengan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perubahan ini akan tercermin dalam semua aspek perilaku.

Belajar adalah proses di mana seseorang mendapat perubahan perilaku baru secara keseluruhan melalui pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan.

Belajar adalah proses dan aktivitas elemen yang sangat mendasar di semua tahap pendidikan. Dalam seluruh proses pendidikan, pembelajaran adalah kegiatan yang paling mendasar dan penting dalam keseluruhan proses tersebut.

Pengertian Belajar Menurut Para Ahli

Tanda seseorang mempelajari sesuatu adalah perubahan perilakunya. Perubahan perilaku berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

rpp_inspiratif_sd_diskon

Berikut beberapa pendapat para ahli tentang pengertian belajar.

1. W.H. Burton (1984)

Menurut W.H. Burton (1984), mengemukakan bahwa belajar adalah proses mengubah perilaku individu karena adanya interaksi antara individu dengan individu dan lingkungan, sehingga individu dapat berinteraksi dengan lingkungan.

2. Duton

Duton mendefinisikan pembelajaran sebagai perubahan yang dilakukan oleh individu karena interaksi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan membuat mereka lebih mampu melindungi lingkungan sepenuhnya.

3. Emest R. Hilgard

Sementara itu, Emest R. Hilgard membuat pengertian belajar adalah sebagai perubahan aktivitas dan tanggapan terhadap lingkungan dalam bukunya yang berjudul “Psychological Teaching”.

4. H.C Witherington

H.C Witherington dalam Psikologi Pendidikan, memahami belajar sebagai perubahan kepribadian, yang diwujudkan sebagai pola dan reaksi baru dalam bentuk keterampilan, sikap, kepribadian, atau rasa.

5. Gagne Beringer

Gagne Beringer mengartikan bahwa belajar sebagai suatu proses saat perilaku organisme dapat berubah berdasarkan pengalamannya.

6. Ratna

Ratna, (2011, hlm. 2) Belajar adalah proses di mana suatu organisasi mengubah perilakunya berdasarkan pengalaman.

7. Susanto Ahmad

Susanto Ahmad (2016, halaman 4) Belajar adalah kegiatan mental yang terjadi dalam interaksi positif antara manusia dan lingkungan dan menghasilkan perubahan pengetahuan, pemahaman dan tanda. Keterampilan dan nilai yang relatif stabil.

8. Syaodih Nana

Syaodih Nana (2011, hlm. 155) Belajar selalu terkait dengan perubahan siswa, apakah itu menuju yang lebih baik atau lebih buruk, direncanakan atau tidak. Selain itu yang terkait dengan pembelajaran adalah pengalaman yang mendapatkannya melalui interaksi dengan orang lain dan juga lingkungan.

9. Pidarta Made

Pidarta Made (2009, hal. 206), Dasar dari belajar adalah pengalaman (bukan pengaruh dari obat-obatan), dan dapat menerapkannya pada pengetahuan lain dan mengkomunikasikannya kepada orang lain.

10. Harold Spears

Menjelaskan pemahamannya tentang belajar dari sudut pandangnya yang paling detail. Menurut Spears, seseorang dapat mempelajari sesuai dengan mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu sendiri, mengikuti aturan tertentu.

11. Singer (tahun 1968)

Singer (1968) mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relatif permanen karena latihan atau pengalaman yang mereka peroleh dalam situasi tertentu.

12. Dimyati dan Mujiyono (2013)

Dimyati dan Mujiyono (2013, hlm. 9) Belajar adalah suatu tindakan, yang hasilnya merupakan respons yang baik terhadap sesuatu.

13. Menurut Wikipedia

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons. (Sumber: wikipedia.org)

14. Hamalu Oemar (2007)

Sementara itu, menurut Hamalu Oemar (2007, hal. 106), pembelajaran adalah suatu proses, bukan hanya hasil yang ingin Anda capai. Proses itu sendiri terjadi melalui serangkaian pengalaman, yang mengarah pada modifikasi perilaku sebelumnya.

15. Hilgrad dan Bauer

Menurut Hilgrad dan Bauer. Menurut definisi ini, belajar memiliki arti mendapatkan pengetahuan atau menguasai keterampilan melalui pengalaman, dan memperoleh informasi atau penemuan melalui memori dan pengalaman. Oleh karena itu, seseorang mendapatkan pembelajaran dari melakukan kegiatan, pengalaman, dan menangkap makna dasar dari mempelajarinya.

16. James O. Wittaker

Pada saat yang sama, menurut James O. Wittaker, belajar adalah proses memproduksi atau mengubah perilaku melalui pelatihan atau pengalaman.

17. Gagne (1977)

Apa yang dikatakan Gagnne tentang pengertian belajar adalah definisi yang cukup sederhana namun mengesankan: “Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif permanen, yang disebabkan oleh pengalaman penyesuaian atau bimbingan instruksional.

Kesimpulan

Dari sudut pandang di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses yang ditandai oleh perubahan manusia. Karena perubahan dalam berbagai bentuk, seperti perubahan pengetahuan, memahami sikap, perilaku, keterampilan, kemampuan, kebiasaan, dan aspek-aspek lain dari keberadaan siswa.

Proses pembelajaran sulit untuk diamati. Oleh karena itu, orang cenderung menganggap perilaku manusia sebagai pola perilaku, dan pada akhirnya membentuk model, yang merupakan prinsip pembelajaran yang bermanfaat, sebagai ketentuan untuk memahami, mendorong, dan membimbing kegiatan.

Prinsip Belajar

Prinsip-prinsip pembelajaran yang dapat dilakukan secara individual oleh setiap siswa dalam situasi dan kondisi yang berbeda adalah sebagai berikut:

  • Sesuai prasyarat belajar yang diperlukan

Dalam pembelajaran, siswa mencoba untuk berpartisipasi aktif, meningkatkan minat, dan membimbing siswa untuk mencapai tujuan pengajaran.

  • Menurut sifat pembelajaran.

Belajar adalah proses yang berkelanjutan (hubungan antara pemahaman lain), sehingga mendapatkan pemahaman yang diharapkan tentang stimulus yang diberikan, yang mengarah pada respons yang diharapkan.

  • Sesuai dengan bahan yang harus dipelajari.

Belajar punya sifat secara menyeluruh dan material harus memiliki struktur presentasi sehingga mudah memahaminya.

  • Persyaratan untuk belajar dengan sukses

Fasilitas yang memadai diperlukan untuk belajar sehingga siswa dapat merasa kenyaman.

Tujuan Belajar

Belajar adalah kegiatan yang penting, dan setiap orang harus melakukannya dengan cara terbaik untuk memahami atau mendapatkan sesuatu. Belajar dapat berarti sebagai usaha atau kegiatan yang bertujuan untuk mengubah seseorang, meliputi perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, keterampilan ilmiah, dan lain-lain. Sa’ud (2008, hlm. 171) mengusulkan tujuan pembelajaran sebagai berikut:

  • Belajar bertujuan untuk mengubah tingkah laku.

Misalnya, anak yang belum masuk sekolah, biasanya bersifat manja, egois, suka mengeluh, dan sebagainya. Kemudian ia masuk SD selama beberapa bulan, dan tingkah lakunya menjadi tidak lagi menjadi anak yang menangis, lebih mandiri, dan bisa bergaul dengan teman-temannya. Hal ini menunjukkan bahwa anak telah belajar sesuatu dari lingkungan yang baru.

  • Tujuan belajar untuk mengubah kebiasaan dari buruk menjadi baik.

Misalnya, mengubah kebiasaan merokok, menghilangkan ketergantungan pada minuman keras. Atau mengubah kebiasaan anak-anak yang sering keluar rumah tengah malam. Semuanya dapat dilakukan melalui proses pembelajaran.

  • Mengubah sikap, dari negatif menjadi positif, dari rasa tidak hormat yang tidak sopan, dari kebencian menjadi cinta kasih, dan sebagainya.

Sebagai contoh, seorang remaja yang selalu menentang orang tuanya dapat mengubah dan memperlakukan orang tuanya dengan lebih hormat dan patuh.

  • Meningkatkan keterampilan atau skill.

Misalnya, dalam olahraga, seni, jasa, teknik, pertanian, perikanan, perkapalan, dll. Seseorang yang pandai bermain bulu tangkis, bola, tinju dan olahraga lainnya sangat bergantung pada ketekunan dan latihan yang serius. Demikian pula keterampilan seperti bermain gitar, piano, menari, melukis, memperbaiki, dan membuat kerajinan semuanya membutuhkan pembelajaran yang serius, rajin, dan rajin.

  • Menambah ilmu pengetahuan

Misalnya, anak yang awalnya tidak bisa membaca, menulis, dan berhitung bisa mempelajari hal tersebut, sehingga menjadi mampu. (Baca Juga: Kemampuan Komunikasi Matematis)

Faktor Faktor yang Mempengaruhi

Secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran siswa meliputi faktor atau faktor internal dari dalam siswa, faktor eksternal atau faktor dari siswa luar, dan faktor-faktor metode pembelajaran yang mencakup strategi dan metode.

Faktor internal

Ada tiga jenis faktor internal, yaitu, faktor fisiologis, psikologis dan faktor kelelahan.

1. Faktor fisik

  • Kesehatan

Sehat berarti seluruh tubuh dan bagian baik atau bebas penyakit. Jika kesehatan siswa terganggu, akan sulit untuk berkonsentrasi pada pengiriman material. Karena itu, mereka tidak dapat belajar dengan cara terbaik.

  • Cacat

Cacat fisik adalah hal-hal yang menyebabkan beberapa aspek tubuh menjadi buruk atau tidak sempurna. Kecacatan juga dapat memengaruhi hasil pembelajaran. Bahkan jika mereka menggunakan alat, hasilnya akan berbeda dari siswa normal.

2. Faktor Psikologi

  • Kecerdasan

Kecerdasan biasanya dapat dijelaskan sebagai kemampuan psikofisik untuk merespon rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang benar. Faktor ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kemajuan belajar.

  • Perhatian

Untuk dapat menjamin hasil yang baik, siswa harus memperhatikan materi yang akan mereka pelajari. Jika siswa atau siswa tidak memperhatikan apa yang mereka pelajari, ini akan menjadi kendala.

  • Ketertarikan

Atau sebutannya Minat yang memiliki arti gairah atau keinginan seseorang yang kuat terhadap sesuatu. Jika siswa tidak tertarik maka akan menimbulkan kemalasan dalam mempelajari pelajaran. Jadi apa yang akan siswa pelajari bisa masuk ke otak secara menjadi tidak sempurna.

  • Bakat

Adalah potensi kemampuan yang harus seseorang miliki agar dapat berhasil di masa depan. Bakat mempengaruhi pembelajaran. Jika siswa mempelajari pelajaran yang sesuai dengan bakatnya, efek belajarnya akan lebih baik.

  • Motivasi

Dalam proses pembelajaran, kita harus mempertimbangkan apa yang dapat mendorong siswa untuk belajar dengan baik.

  • Kedewasaan

Kedewasaan merupakan tahapan pertumbuhan seseorang. Faktor ini erat kaitannya dengan tingkat kematangan atau pertumbuhan tubuh manusia.

Contohnya: guru mengajarkan pelajaran filsafat kepada siswa sekolah dasar. Tentu saja, anak-anak seusia mereka masih belum dewasa. Sehingga mengalami kesusahan untuk memahami materi pelajaran tersebut.

3. Faktor kelelahan

Kelelahan juga akan mempengaruhi keterampilan kerja seseorang. Siswa yang merasakan kelelahan fisik akibat pekerjaan yang berat tidak akan dapat berkonsentrasi dalam proses pembelajaran.

Oleh karena itu, kecemasan, kantuk, dan kegelisahan lebih mungkin terjadi selama belajar. Agar siswa dapat belajar dengan baik, mereka harus terhindar dari kelelahan. Jadi perlu menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat.

Faktor eksternal

  • Keluarga

Peran anggota keluarga dan orang tua di rumah sangat menghiasi keberhasilan belajar anak di rumah. Karena guru atau pendidik tidak dapat mencapai aktivitas siswa di rumah.

  • Sekolah

Sekolah harus bekerja sama dengan masyarakat dan lingkungan keluarga untuk memajukan pendidikan sekolah.

  • Masyarakat

Masyarakat sekitar memiliki peran tersendiri dalam mempengaruhi perubahan kepribadian seseorang. Kesiap sediaan pemerintah dalam memberikan bantuan, kurikulum dan sumber belajar juga akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan sekolah.

Aspek-Aspek Belajar

Belajar adalah proses yang kompleks, mencakup beberapa aspek.

Aspek-aspek tersebut adalah:

  1. Menambah jumlah pengetahuan
  2. Daya ingat dan kemampuan menyalin
  3. Kebutuhan akan pengetahuan
  4. Menyimpulkan makna
  5. Menjelaskan dan menghubungkannya dengan kenyataan
  6. Adanya perubahan dalam diri

Contoh

Ayo lihat beberapa contoh-contoh seperti apa orang yang telah belajar.

  • Sebelumnya Tuti tidak mengetahui nama dan letak ibu kota provinsi Lampung, sekarang sebagai siswa sekolah dasar, ia dapat menyebutkan dan menunjukkan letak ibu kota provinsi, sehingga kita dapat mengatakan bahwa siswa tersebut telah belajar dengan baik.
  • Kita waktu kecil dahulu tidak dapat menuliskan angka 1 sampai 10. Namun bagaimana dengan sekarang?, tentu bisa menuliskannya dengan benar.
  • Sudiyanto yang dulunya kursus komputer, tidak tahu cara mengoperasikan komputer, namun seiring berjalannya waktu sekarang dia jago dan dapat menggunakannya.
  • Sukimah yang dulu tidak tahu presiden pertama Indonesia adalah Soekarno, sekarang tahu. Ia juga sangat berterima kasih dan menghargai jasa-jasanya

Akhir Kata

Dari berbagai sudut pandang, pemahaman belajar sebagaimana diuraikan di atas dapat membawa kita pada kesimpulan bahwa belajar adalah aktivitas mental (psikologis) yang terjadi dalam interaksi dengan lingkungan, yang mengarah pada perubahan yang relatif konstan.

rpp_inspiratif_sd_diskon

Related posts

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *